I'm a smart person, I just do stupid things
Red Nike Classic

"KEANEKARAGAMAN HAYATI"

| Jumat, 26 Juli 2013 | |


BENTANG LAUT KEPALA BURUNG PAPUA :
SUMBER POTENSI KEANEKARAGAMAN HAYATI LAUT INDONESIA, HARUS DILINDUNGI


Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Departemen Kehutanan bekerjasama dengan LSM Conservastion International (CI) Indonesia, Universitas Negeri Papua (UNIPA); Balai TN Cendrawasih, BKSDA Papua II, dan WWF Indonesia, melakukan kegiatan penilaian secara cepat potensi konservasi keanekaragaman hayati di Teluk Cendrawasih dan Fak-Fak – Kaimana. Kegiatan ini berlangsung sejak bulan Februari 2006 di Teluk Cendrawasih, dan bulan April – Mei 2006 di Fak-Fak – Kaimana. Tim penilaian potensi konservasi keaneragaman hayati di Kepala Burung Papua terdiri dari para ahli di berbagai bidang, antara lain ikan, karang, udang mantis (stomatopoda); terumbu karang, konektivitas genetis, populasi laut, penyu, pariwisata bahari, perikanan, dan sosial.


Hasil kegiatan ini membuktikan bahwa perairan Teluk Cendrawasih dan Fak-Fak – Kaimana mempunyai potensi keanekaragaman hayati yang unik dan khas yang harus dilindungi. Di samping itu, tim penilai juga menemukan beberapa hidupan laut yang baru bagi dunia ilmu pengetahuan, baik ikan, udang mantis, dan karang. Kegiatan penilaian secara cepat ini  melengkapi data yang dihasilkan dari kegiatan serupa di Raja Ampat, Irian Jaya Barat, tahun 2001. Berdasarkan hasil penilaian yang terbaru ini membuktikan bahwa perairan Kepala Burung Papua, mulai dari Teluk Cendrawasih di timur, Raja Ampat di barat, dan Fak-Fak – Kaimana di selatan, merupakan wilayah yang perlu dikelola secara berkelanjutan. Apalagi wilayah ini merupakan pemasok utama sumber hidupan laut, seperti larva ikan dan karang, bagi wilayah Indonesia bagian timur dan kawasan Indo-Pasifik secara umum. Hidupan laut ini sangat penting bagi keberlanjutan perikanan komersial, terutama masyarakat lokal yang hidupnya sangat tergantung pada kondisi perikanan setempat.


Dalam kurun waktu dua bulan, tim yang dipimpin oleh Dr. Mark Erdmann (Senior Advisor Program Kelautan CI Indonesia); mencatat sedikitnya ada 1.200 jenis ikan dan 600 jenis karang hidup. Hal ini menunjukkan bahwa sekitar 75 % spesies karang yang telah dikenal di dunia ditemukan di bentang laut yang luasnya sekitar 18 juta hektar ini. Dari jumlah temuan tersebut, lebih dari 50 jenis di antaranya belum diidentifikasi dan masih baru bagi dunia ilmu pengetahuan. Wilayah ini juga merupakan lokasi bertelur penyu belimbing yang terbesar di laut Pasifik, tempat perpindahan berbagai jenis paus (Sperm whale, Bryde whale dan Orca); serta beberapa spesies lumba-lumba.

Berdasarkan hasil temuan dan penilaian, tim ini memberikan informasi dan rekomendasi sebagai berikut :

1. Tingginya kekayaan dan keberagaman sumberdaya alam di Kepala Burung Papua, baik di darat, pesisir, dan lautan, telah menarik kegiatan usaha perikanan, pertambangan, penebangan hutan dan industri ekstraktif lainnya. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat mengancam kondisi perairan pesisir, sehingga dibutuhkan tindakan segera untuk melindungi sumberdaya laut dan masyarakat lokal, sehingga dapat bertahan hidup.
2. Meskipun kepadatan penduduk di wilayah yang sangat terisolir ini rendah, tetapi kehidupan masyarakat pesisir di Kepala Burung Papua sangat tergantung pada lautan. Sehingga untuk bertahan hidup memerlukan ekosistem laut yang sehat.
3. Kurang lebih 11% dari wilayah bentang laut ini telah dikonservasi dalam berbagai bentuk perlindungan alam, yang terbesar adalah TN. Teluk Cendrawasih. Beberapa tindakan harus segera diambil untuk mempertahankan integritas DAS di sekitar taman nasional, karena perambahan hutan yang sangat marak dan kegiatan pertambangan yang menyebabkan erosi dan sedimentasi, yang dapat merusak terumbu karang dan perikanan di sekitar wilayah ini.
4. Terumbu karang di Papua membutuhkan perhatian khusus untuk dilindungi dari berbagai bentuk usaha perikanan yang tidak berkelanjutan dan ancaman lainnya, sehingga dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat lokal....

0 komentar:

Posting Komentar