I'm a smart person, I just do stupid things
Red Nike Classic

"DUNIA TANPA ANGKA"

| Jumat, 26 Juli 2013 | |



diperhitungkan dengan angka, stidaknya secara umum semua terlahir setelah berada dikandungan 9 bulan 10 hari, lahir dimanapun itu baik melalui rumah sakit bersalin ataupun yang lainnya lagi-lagi kita diperhadapkan dengan angka-angka, besarnya biaya persalinan, kebutuhan setelah si bayi lahir semuanya dihadirkan engan angka dalam bentuk rupiah, perjalan sang bayi juga dihitung dengan angka bahkan disalin dalam lembaran negara yang memuat tanggal kelahiran kita semua, lagi-lagi angka.


Umur 1tahun, 2 tahun, 3 tahun dan seterusnya juga adalah angka. Maka wajarlah jika kemudian kita semua saat ini selalu berfikir tentang angka-angka, semua seakan-akan  hanya bisa diukur ketika semuanya diangkakan. Pertanyaan berapa kemampuan anda, berapa daya beli anda, berapa uang yang anda miliki, berapa saya harus membayar anda dan pertanyaan berapa dan berapa semuanya dijawab dengan sangat jelas dengan angka-angka.
Nuranimu terkadang dilangkahi dan dikhianati juga karena angka-angka, koruptor misalnya ketika mereka berhadapan dengan angka-angka dalam bentuk nominal uang, maka nuraninya tergadaikan dengan angka-angka. Kita pun ternyata begitu terpuaskan ketika seseorang menilai kita dengan angka yang bagus, dan begitu kecewanya kita ketika angka yang diperhadapkan tidak bagus karena yang ada dipikiran sebentar lagi angka-angka ini yang akan membawa kita semua ke angka-angka yang lain. Sehingga apaupun yang kita lakukan saat ini selalu berorientasi keangka-angka.

Angka telah ditakdirkan hadir dan dijadikan tolak ukur untuk menilai sesuatu, pertanyaannya kemudian angka kah yang menilai kita atau kita yang mengatur diri kita untuk berada diangka tertentu ? pertanyaan yang lain kita kah yang berhak meng-angka-kan diri kita atau orang lainkah yang harus meng-angka-kan kita ?

Rumit jadinya ketika semuanya harus diangkakan, semua orang menjadi sosok yang sangat perhitungan, semua seakan terlaksana jika angkanya jelas.

Penulis bermimpi suatu waktu dunia ini tanpa angka, seorang baik karena memang dia baik, seseorang pintar karena memang dia pintar, seseorang beranggungjawab karena memang dia bertanggungjawab, seorang punya dedikasi karena memang dia berdedikasi, sesorang jujur karena memang dia jujur, dan kejujuran, dedikasi, tanggungjawab, disiplin, penampilan semuanya tidak punya angka, karena ia dinilai lewat nurani yang tidak dapat diangkakan, mampukah kita semua mengukur dengan angka nurani kita masing-masing ? jawabannya tidak ! mudah-mudahan suatu waktu dunia ini hadir tanpa angka-angka tetapi dunia ini menilai semuanya dengan nurani, sehingga tidak lagi terdengar seorang yang sakit tidak tertolong karena tidak punya biaya pengobatan, seseorang tersingkirkan dalam satu komunitas karena dinilai dengan angka tidak punya kemampuan, dan seterusnya.

Mudah-mudahan kelak ketika kita diperhadapkan dihadapan Tuhan kita masing-masing Tuhanpun tidak menilai kita dengan angka-angka, tetapi menilai kita dengan Cinta-Nya dan kasih Sayang-Nya.

0 komentar:

Posting Komentar